Pastikan Penyebab Kematian secara Ilmiah, Polri Gelar Ekshumasi Jenazah Almarhum Sutrimo
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Pastikan Penyebab Kematian secara Ilmiah, Polri Gelar Ekshumasi Jenazah Almarhum Sutrimo
Proses ekshumasi jenazah Sutrimo dipimpin langsung oleh tim dari Perhimpunan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI) yang diketuai oleh Brigjen Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti. (Foto Humas Polri/Niaga.Asia)
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Polda Jawa Tengah dan Polresta Banyumas, melaksanakan proses ekshumasi terhadap jenazah almarhum Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, pada Rabu (12/8/2026).
[embed]https://www.youtube.com/watch?v=kC3XkRWG46A[/embed]
Kegiatan ini merupakan bagian krusial dari proses penyidikan untuk memperoleh bukti medis dan ilmiah (scientific crime investigation) guna mengungkap fakta dan penyebab pasti kematian almarhum yang sebelumnya ditemukan meninggal dunia di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, selain itu disebut-sebut bekerja di rumah eks Jampidsus Febrie Adriansyah.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyatakan bahwa langkah ini diambil sebagai respons atas laporan masyarakat dan tindak lanjut dari proses penyidikan yang kini ditangani oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
“Pelaksanaan ekshumasi hari ini adalah wujud komitmen Polri untuk mengusut kasus ini secara transparan dan akuntabel. Kami bekerja berdasarkan data dan fakta ilmiah untuk memastikan penyebab kematian, apakah bersifat alamiah atau tidak alamiah,” ujar Budi Hermanto di lokasi.
Dalam pelaksanaannya, proses ekshumasi ini dipimpin langsung oleh tim dari Perhimpunan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI) yang diketuai oleh Brigjen Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti. Pemeriksaan dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan multidisiplin keahlian, meliputi dokter spesialis forensik medikolegal, ahli toksikologi, ahli DNA, laboratorium forensik, hingga ahli histopatologi anatomi.
Ketua tim forensik, Brigjen Pol. dr. Sumy Hastry Purwanti, menjelaskan bahwa meskipun jenazah telah dimakamkan sejak 23 Juli 2026 dan mengalami proses pembusukan alami, kondisi tanah di lokasi pemakaman yang relatif kering dinilai mendukung kelancaran pengambilan sampel.
“Kami melakukan pengambilan sampel secara teliti untuk kemudian dianalisis di laboratorium. Kami bekerja secara menyeluruh agar hasil yang didapatkan memiliki dasar ilmiah yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan di hadapan hukum,” tegas dr. Sumy Hastry.
Polri memohon dukungan dan kepercayaan masyarakat agar tim penyidik maupun tim forensik dapat bekerja dengan tenang dan profesional. Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi salah satu alat bukti penting bagi penyidik dalam mengungkap kebenaran di balik peristiwa ini.
Polri berkomitmen untuk menuntaskan perkara ini secara objektif sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
Ditpolairud Polda Sulut Gelar Family Gathering di Pantai Walet Sumber: Dokumentasi Istimewa BITUNG -Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan kegiatan seremonial, tetapi juga melalui kebersamaan yang mampu mempererat hubungan antarpersonel. Semangat tersebut ditunjukkan Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara melalui kegiatan Family Gathering di Pantai Walet, Kota Bitung. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Hari Juang Polri. Suasana kebersamaan tampak dalam kegiatan yang mempertemukan personel bersama keluarga dalam nuansa santai dan penuh kekeluargaan. Pantai Walet dipilih sebagai lokasi kegiatan untuk memberikan ruang bagi personel dan keluarga menikmati suasana kebersamaan di luar rutinitas kedinasan. Momentum tersebut sekaligus menjadi sarana memperkuat silaturahmi dan membangun kekompakan di lingkungan Ditpolairud Polda Sulut. Peringatan H...
Presiden Hadiahi Penghargaan Nugraha Sakanti dan Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Nararya
Jakarta. Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan Nugraha Sakanti kepada tujuh satuan kerja di jajaran Polri dalam upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-79. Penghargaan itu diberikan sebagaimana Keputusan Presiden Nomor 49 TK Tahun 2025.
“Menganugerahkan tanda kehormatan Nugraha Sakanti kepada kesatuan di lingkungan kepolisian sebagai penghargaan atas jasanya di bidang tugas kepolisian yang bermanfaat bagi kepentingan bangsa dan negara,” bunyi ketetapan Presiden Prabowo yang dibacakan saat upacara Peringatan HUT Bhayangkara ke-79 di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Selasa (1/7/25).
Satker yang mendapatkan penghargaan Nugraha Sakanti adalah Itwasum, Baintelkam, SSDM, Divisi Humas, Propam, Polda Aceh, dan Polda Sumatera Selatan.
Presiden Prabowo juga mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 50/TK/Tahun 2025 mengenai tanda kehormatan Bintang Bhayangkara Nararya dianugerah...
Kapolda Metro Pimpin Apel Siaga Bencana, Ratusan Personel Dikerahkan
Jakarta - Polda Metro Jaya menggelar apel kesiapan tanggap darurat bencana di Lapangan Presisi, Jakarta Selatan, pagi ini. Apel ini diikuti ratusan personel gabungan dari unsur Polri, TNI, BPBD, Basarnas, Dinas Pemadam Kebakaran, hingga Satpol PP.
Apel dipimpin langsung Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri. Pihaknya ingin memastikan kesiapan seluruh pihak menghadapi potensi bencana di wilayah Jakarta terutama di tengah cuaca ekstrem saat ini.
Dalam kesempatan itu, Irjen Asep membacakan amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Harapannya, hal ini jadi upaya meningkatkan sinergi antarlembaga.
"Ini merupakan bentuk pengecekan terhadap kesiapan personel maupun sarpras salam pencegahan dan penanggulangan bencana alam. Sehingga diharapkan seluruh personil dan stakeholder dapat terlibat Untuk bersinergi secara sigap, cepat, dan tepat dalam menghadapi berbagai potensi bencana ke depan," uj...
Komentar
Posting Komentar